+62 821 - 8818 - 8036

|

academyminingplus@gmail.com

|

Menara Bidakara 2, Annexe Builiding, Lt 4 Jl. Gatot Subroto, Kav 71-73, Tebet, Jakarta Selatan

|

20250714082315.png

LiDAR: Teknologi yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia

Posted By Super Admin

2025-07-02

Bayangkan Anda bisa melihat permukaan bumi, bahkan di bawah vegetasi lebat dalam detail tiga dimensi yang luar biasa presisi. Bagaimana jika Anda bisa memetakan area ribuan hektare hanya dalam hitungan jam?

Inilah kekuatan dari LiDAR (Light Detection and Ranging), teknologi penginderaan jauh yang kini menjadi standar emas dalam survei topografi modern. Dari perencanaan kawasan industri hingga pemetaan hutan tropis, LiDAR bukan hanya alat, tapi revolusi cara kita membaca permukaan bumi.

🌐 Apa Itu LiDAR?
LiDAR adalah sistem penginderaan jauh aktif yang menggunakan sinar laser untuk mengukur jarak objek dari sensor, lalu mengolah pantulan tersebut menjadi data tiga dimensi (3D point cloud).
Cara Kerjanya:
  1. Sensor memancarkan pulsa laser ke permukaan bumi.
  2. Pulsa memantul kembali ke sensor setelah menyentuh objek.
  3. Waktu tempuh sinyal dihitung untuk menentukan jarak.
  4. Data dikonversi menjadi koordinat (X, Y, Z) dalam sistem tiga dimensi.

🚁 Jenis-Jenis LiDAR Berdasarkan Platform
  • Airborne LiDAR (UAV atau drone) – Pemetaan area luas dari udara.
  • Mobile/SLAM LiDAR – Dipasang pada kendaraan untuk jalan raya atau perkotaan.
  • Terrestrial LiDAR – Digunakan secara stasioner di darat, cocok untuk bangunan atau lereng.

Setiap jenis memiliki keunggulan sesuai kebutuhan proyek: skala, akses lokasi, dan kompleksitas medan.
πŸ“Š Komponen Sistem LiDAR
  1. Sensor LiDAR – Pemancar dan penerima pulsa laser.
  2. GNSS (Global Navigation Satellite System) – Penentu posisi absolut dengan akurasi tinggi.
  3. IMU (Inertial Measurement Unit) – Merekam orientasi dan gerakan sensor.
  4. Kamera RGB – Menambahkan konteks visual dari citra udara.
  5. INS (Inertial Navigation System) – Mengolah data dari IMU + GNSS menjadi posisi dan orientasi presisi.
Semua komponen ini bekerja secara terpadu untuk menghasilkan data spasial 3D dengan resolusi tinggi dan akurasi tinggi.

πŸ“Œ Return, Intensitas, dan Akurasi
Setiap pantulan sinar (return) membawa informasi, seperti:
  • Jarak ke objek (Time of Flight)
  • Tingkat reflektifitas (intensitas)
  • Jenis permukaan (dedaunan, tanah, bangunan)


Ada tiga jenis return:
  • Single Return – Satu pantulan per pulsa.
  • Multiple Return – Beberapa pantulan dari objek berbeda.
  • Waveform Return – Menggambarkan profil vertikal objek.

🏞️ Produk LiDAR dan Klasifikasinya
Dari point cloud mentah, kita bisa menghasilkan berbagai produk pemetaan:
Produk | Keterangan
DTM |Digital Terrain Model – permukaan tanah murni, tanpa vegetasi/bangunan.
DSM | Digital Surface Model – semua objek termasuk pohon dan gedung.
CHM | Canopy Height Model – tinggi vegetasi dihitung dari DSM - DTM.
Kontur| Garis-garis elevasi untuk peta topografi.
πŸ“ Data ini sangat berguna untuk:
  • Desain kawasan industri
  • Analisis banjir
  • Pemantauan vegetasi
  • Pemetaan pertambangan
πŸ’» Proses Data LiDAR: Dari Sensor ke Peta
  1. Pengambilan Data: LiDAR terbang di atas area target sambil merekam data.
  2. Pre-Processing: Koreksi posisi sensor menggunakan metode PPK (Post Processed Kinematic).
  3. Post-Processing:
    • Koreksi trajektori,
    • Georeferensi data,
    • Klasifikasi point cloud (ground, non-ground),
    • Pembuatan DTM, DSM, kontur.

Software seperti PosPac, Terrasolid, atau LAStools sering digunakan dalam tahapan ini.
πŸ” LiDAR vs Imagery (Citra Foto)
πŸš€ Masa Depan Pemetaan Ada di Sini

Dengan kemampuannya yang presisi, cepat, dan fleksibel, LiDAR bukan lagi masa depan ia adalah standar masa kini dalam pemetaan topografi dan perencanaan spasial. Kemampuannya untuk β€œmelihat” permukaan tanah bahkan di bawah pepohonan membuatnya unggul dalam berbagai sektor: pertambangan, kehutanan, konstruksi, dan perencanaan tata ruang.



Β© 2024 Mining Plus Indonesia. All Rights Reserved.